Selasa, 25 September 2012

Hotel-hotel paling Aneh dan Unik di Dunia

Hotel-hotel paling Aneh dan Unik di Dunia. Saat pergi liburan, hotel adalah salah satu hal utama yang diperhitungkan. Tempat tinggal sementara ini lebih sering diidentikkan dengan gedung bertingkat yang menyediakan berbagai jenis kamar. Dari mulai kamar sederhana penyedia kamar berisi tempat tidur dan meja saja, hingga kamar eksklusif dengan kamar mandi mewah, ruang tamu serta balkon plus pemandangan indah.Berikut adalah 10 hotel unik dunia yang dapat menjadi referensi liburan anda.

1. Hotel Arctic, Ilulissat, Greenland


Untuk mencapai tempat ini harus melakukan penerbangan selama 45 menit dari Kangerlussuaq, di ujung Barat Greenland. Pengunjung juga dapat terbang dari Kopenhagen atau Reykjavík, ibukota Islandia, ke Kangerlussuaq. Perjalanan dari Kopenhagen untuk Ilulissat memakan waktu tujuh jam. Hotel ini juga dapat menjemput anda dari bandara Ilulissat dan mengantar anda ke hotel. Hotel Arctic terletak tak jauh dari area Icefjord Ilulissat, salah satu gletser terbesar di dunia yang masih aktif.


Para tamu dapat menonton gunung es hanyut dari dalam kabin Igloo. Kamar-kamar hotel itu berbentuk Igloo yang terbuat dari aluminium. Kamar itu menyediakan kenyamanan modern dengan pemanas listrik, kamar mandi, shower, televisi, radio dan fasilitas pembuat teh dan kopi. Beberapa tokoh dunia pernah berkunjung ke tempat ini. Mereka diantaranya Kanselir Jerman Angela Merkel dan Albert II, Pangeran Monaco, aktor ''Slumdog Millionaire'' Dev Patel serta penyanyi pop Bjork.

2. Jules Undersea Lodge, Key Largo, Florida


Untuk mencapai hotel ini, seseorang harus menyelam sedalam 21 kaki di bawah permukaan air. Pondok kecil ini adalah satu-satunya hotel bawah air di dunia. Hotel ini berada di atas sebuah laguna yang dilindungi air untuk mencegah terjadinya banjir di dalam hotel itu. Koper-koper dan makanan tamu hotel akan dikirim dengan koper anti air ke kamar pondok itu.


Penginapan ini memiliki dua kamar hotel dan satu kamar umum yang dirancang untuk menampung dua pasangan atau sebuah keluarga berjumlah enam orang. Fasilitas yang ditawarkan tidak glamor namun cukup lengkap. Mereka menyediakan kamar mandi dengan air panas, dapur lengkap dengan lemari es, microwave, telepon, interkom, dvd player. Terdapat pula jendela sebesar 42 inci di setiap ruang tamu untuk mendapat pemandangan bawah laut indah yang beragam.

3. Kokopelli’s Cave Bed & Breakfast, Farmington, New Mexico


Para pengunjung harus meninggalkan mobilnya di area parkir yang cukup jauh dari hotel berbentuk gua itu. Pintu masuk hotel yang berada di puncak gunung itu hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki menyusuri jalan miring berbatu. Sebuah tangga pendek di akhir perjalanan akan membawa tamu memasuki ruang gua. Hotel milik pribadi ini memiliki sebuah tempat tidur mewah yang berada di gua, sebelah utara Farmington, New Mexico, dekat monumen nasional Mesa Verde. 


Tempat ini berada di ketinggian 70 kaki di bawah permukaan tebing atau setara dengan gedung tujuh lantai. Pemandangan puncak tebing gua akan terlihat dari jendela hotel itu. Para tamu akan melihat berbagai pegunungan luas yang melintasi perbatasan New Mexico, seperti pegunungan Carrizo di Arizona, atau salju yang menutupi gunung La Plata dan San Juan di pegunungan Colorado. Gua itu terbuat dari bebatuan pasir berusia 65 juta tahun dan terletak 280 kaki di atas sungai La Plata. Perabotan tempat itu bergaya kawasan barat daya. Tersedia juga air panas dan dingin, dapur lengkap dengan microwave, shower dan kolam batu.

4. Green Magic Nature Resorts


Hotel yang berjarak 53 mil dari bandara Calicut ini tidak memakai alat canggih apapun. Tempat ini berbentuk rumah pohon dengan ketinggian 4.125 kaki. Rumah pohon beratapkan jerami ini hanya memiliki empat pondok. Antar pondok dihubungkan dengan jembatan tali. Hotel yang berada di tengah-tengah hutan hujan tropis ini mengisi masing-masing pondoknya dengan tempat tidur ganda, kamar mandi dan toilet serta beranda berkarpet. 

Para tamu dapat menikmati pemandangan alam seluas 500 hektar di sekitar tempat itu. Keaslian alam akan sangat terasa di sini. Karena hanya makanan organik yang akan disajikan sebagai menu dengan disajikan menggunakan daun pisang.

5. Rifugio Torre di Pisa, Fiemme Valley, Italia


Untuk mencapai tempat itu para tamu harus mendaki setidaknya dua jam dari desa sekitar tempat itu, desa Pampeago, desa Predazzo, ataun desa Obereggen. Seseorang harus melakukan perjalanan setinggi 2.224 kaki di atas gunung. Selain itu, disediakan pula layanan kursi gantung. Hotel berisi 20 tempat tidur itu berada 8.764 kaki di atas permukaan laut di Cavignon Peak, Dolomites Italia. 

Fasilitas penginapan itu cukup terbatas. Hanya terdapat satu kamar mandi dengan shower air panas. Hotel ini juga memiliki bar dan restoran yang tempat duduknya di teras sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan gunung dan cuaca sekitar. Hotel ini buka dari bulan Juni hingga Oktober dan dapat diakses dengan ski selama musim dingin.

6. The Andean Cottage, Isla Suasi, Peru


Isla Suasi dapat dicapai dengan speedboat dari dermaga pribadi sebuah hotel di Puno dalam waktu sekitar empat setengah jam. Pengunjung dengan mobil pribadi juga dapat mencapai tiga jam perjalanan dari Puno ke kota Cambria dan dijemput di dermaga di sana. Penginapan ini menawarkan hidup yang benar-benar menyendiri. Hotel itu tidak menyediakan listrik, televisi, mobil ataupun penduduk sekitar. Tumbuhan dan satwa liar lebih sering dijumpai para tamu di daerah seluas 106 hektar itu. 

Pulau itu berada di sebelah timur laut sebuah danau. Pulau itu satu-satunya pulau yang tak berpenghuni di danau Titicaca. Hotel itu menyediakan dua kamar tidur yang dikelilingi oleh pemandangan danau. Jendela berukuran besar pun disediakan untuk menikmati pemandangan indah itu. Seorang pelayan pribadi pun juga tersedia atas permintaan pengunjung.

7. Fannaråkhytta, Fannaråken, Norwegia


Untuk mencapainya seseorang minimal harus mendaki selama lima jam dari Sognefjellhytta atau Krossbu. Selain itu, dapat juga dicapai dengan mobil, bis atau kereta ke Otta dari bandara Oslo Gardermoen ke Kwossbu atau Sognefjellshytta.Hotel ini berada di ketinggiam 6,784 kaki di atas gunung Fannaråken. Hotel ini adalah hotel tertinggi di pegunungan es Fannarak. 

Perjalanan panjang menuju kabin itu dimanjakan dengan pemandangan yang tak tertandingi dari puncak Hurrungane, Smørstab dan gletser Jostedal. Tempat itu berada di urutan kedua gunung tertinggi di Eropa Utara. Semua kabin itu menyediakan tempat tidur tingkat. Apabila tidak mencukupi, disediakan pula matras untuk tidur di lantai.

8. Jade Screen Tower Hotel, Gunung Yuping, China


Hotel ini terletak sekitar 56 mil dari Bandara Huangshan dan stasiun kereta api terdekat. Dengan pelayanan hotel, pengunjung dapat dijemput dari tempat itu. Setelah tiba di gunung, para tamu dapat melakukan pendakian selama dua jam atau melewati 60.000 anak tangga menuju hotel. Kereta gantung juga disediakan untuk mencapai puncak. 

Hotel bintang empat ini ditemukan di atas Gunung Yuping, puncak tertinggi dari pegunungan Huangshan, Cina. Hotel ini menawarkan pemandangan indah matahari terbit dan terbenam, serta pohon pinus kuno yang diyakini berusia 1.500 tahun. Selain itu, ditawarkan pula atrium perbelanjaan kecil, sauna dan pusat pijat, bar dan beberapa restoran.

9. Tikchik Narrow Lodge, Pantai Bristol , Alaska


Para tamu harus naik pesawat ke Anchorage dan kemudian melanjutkan naik pesawat ke Dillingham. Ini adalah pondok terpencil 300 mil jalan utama. Hotel ini berada di tengah-tengah taman nasional kayu Tikchik seluas 1,5 juta hektar. Hotel ini dikelilingi oleh perairan penuh ikan dan satwa liar di antara pantai Bristol dan pegunungan Kilbuck. 

Penginapan ini menawarkan panorama indah di sekitar hotel itu. Ketujuh kamar berukuran besar itu memiliki kamar mandi pribadi, fasilitas mewah termasuk layanan pembantu harian, layanan binatu gratis dan koktail atau minuman yang dikirim ke kabin untuk dinikmati para tamu setelah seharian memancing dan melakukan kegiatan lainnya.

10. Bloomfield Lodge, Queensland, Australia


Gurun Pasir adalah pemandangan awal yang akan dinikmati pengunjung dengan menggunakan pesawat carter pribadi dari Cairn. Hal itu ditambah sebuah perjalanan singkat yang melalui hutan hujan dan kapal pesiar di Teluk Weary untuk mencapai penginapan itu. 17 kamar Bloomfield ini dirancang untuk kamar pribadi yang dapat dinikmati dengan pemandangan alam hutan dan pegunungan serta laut di sekitar pulau itu. Para tamu hotel dapat pergi ke pantai Kangiji atau berlayar di sepanjang sungai Bloomfield.


sumber