Tentara Wanita Melahirkan di Garis Depan Afganistan


Tentara Wanita Melahirkan di Garis Depan AfganistanTentara wanita yang dikirim dari Inggris ini melahirkan setelah terjadi serangan Taliban di markasnya di Afganistan. Dia yang tak menyadari dirinya hamil ini melahirkan bayi laki-laki prematur di Camp Bastion, pangkalan utama Inggris di Helmand. Baik ibu dan bayi dikabarkan dalam kondisi baik. Sebuah tim pediatrik dari John Radcliffe Hospital di Oxford akan melakukan perjalanan ke Afganistan dalam beberapa hari ke depan untuk memberikan perawatan bagi tentara itu dan anaknya. 

Kelahiran ini telah mengejutkan para pemimpin militer dan menyebabkan seruan untuk pemeriksaan kesehatan ekstra bagi tentara wanita yang akan dikirim ke zona perang. Hampir 200 tentara ditemukan hamil di medan perang sejak 2003, memaksa komandannya untuk mengirim mereka kembali ke Inggris. Tapi ini adalah pertama kali seorang tentara Inggris melahirkan seorang bayi di Afganistan. 

Tentara yang melahirkan ini dikenal sebagai seorang penembak di Royal Artileri, yang membantu memberikan tembakan perlindungan saat Taliban menyerang markas mereka. Dia bergabung dengan Brigade Mechanik 12 sejak Maret. Dua hari lalu, setelah serangan yang menewaskan empat prajurit, ia mengeluh sakit perut hebat. Dengan takjub, petugas medis mengatakan padanya bahwa dia akan melahirkan. 


Saat itu, usia kehamilannya diperkirakan 34 pekan, yang artinya dia tengah hamil saat diterbangkan ke Afganistan untuk bertugas. Letnan Kolonel Andrea Lewis, komandan dari rumah sakit lapangan, mengatakan, apa yang dialami tentara wanita itu adalah kejadian yang unik. "Tetapi tim saya terlatih untuk melakukan tindakan tak terduga. Saya senang karena melaporkan ibu dan bayi itu dalam kondisi baik, dan kami semua senang melihat hasilnya," katanya. 

Tentara Fiji yang melatih wanita ini sebelum penugasannya mengakui kagum sekaligus takjub. "Dia melakukan latihan melelahkan, termasuk 8 mil berbaris dan 5 mil berjalan, tanpa ada firasat bahwa dia hamil," katanya.